AC Milan lagi mengalami krisis hasil. Manajer Milan Vincenzo Montella juga menegaskan bila Rossoneri saat ini harus menjalankan lebih banyak tindakan nyata dibanding hanya bicara. Talk less do more. “Kami musti memperbaiki sektor serangan, tetapi Anda tak bisa bilang bila kami tidak menciptakan peluang. Ini merupakan suatu saat dimana kami wajib mengurangi bicara dan banyakin kerja, tidak terkecuali saya,” ucap Montella sebagaimana dikutip Football Italia, pasca timnya kekalahan 0-1 menjamu Sampdoria di putaran 23 Serie A 2016-2017, Minggu (05/2). “Saya pikir ini fase negatif yang musti kami lalui, dan periode lebih baik pun pasti bakal datang.” Kontra Sampdoria, Milan menciptakan banyak peluang. Tapi, mereka tidak mampu membobol gawang Il Samp.

Dengan cerita lain, Milan tidak ada masalah didalam hal kreativitas. Finishing merekalah yang betul-betul perlu diasah. “Inilah sepakbola. Kami cuma bisa menyesali semuanya upaya bagus kami didalam menciptakan peluang-peluang. Dari sisi etos kerja serta permainan, saya tidak bisa komplain. Tetapi, kami jelas harus memperbaiki kemampuan kedalam mengambil opsi final ball juga finishing,” tutur Montella.

Menjamu Sampdoria, Milan mengkonstruksi 14 key passes alias operan memiliki peluang gol – paling banyak oleh Suso (3) dan rekrutan anyar Gerard Deulofeu (3). Milan pula melepaskan jumlah 20 shots – terbanyak Suso (4) dan Deulofeu. Tetapi, dari peluang sebesar itu, cuma enam tembakan Milan yang pas mengarah ke mulut gawang Sampdoria. Andrea Bertolacci menyumbangkan 2 shots on target, sementara Deulofeu, Gianluca Lapadula, Mario Pasalic, dan Ignazio Abate satu. Semuanya mentah dibawah mistar Emiliano Viviano.

Milan menang possession (67% – 33%), shots (20 – 7) serta shots on target (6 – 3). Tapi, Sampdoria yang pulang dari San Siro secara poin maksimal karena eksekusi penalti Luis Muriel menit 70. Milan nampak frustrasi dibuatnya, dan itu terkesan dari 2 kartu kuning Sosa di ujung laga. Dengan result ini, berarti Milan telah menelan 3 kekalahan berturut-turut di Serie A. 3 kekalahan itu segalanya dengan margin 1 gol.

Hanya menang satu kali dalam 7 laga terakhirnya, Milan juga mengalami kemerosotan di tabel. Tim yang pernah merasakan euforia pasca menekuk Juventus di Supercoppa Italiana penghujung Desember lalu tersebut sekarang tertahan di ranking 8 setelah tadinya lumayan lama di 3 besar. Mereka bahkan telah disalip oleh rival sekota Inter Milan, bersama pelatih anyar Stefano Pioli cukup konsisten up dari ranking 10 ke zona Eropa.

Keadaan tim pun kurang kondusif sehabis Carlos Bacca nampak emosi ketika ditarik keluar Montella di menit 70. “Saya tidak memperhatikannya. Bila memang ada pemain yang tak senang diganti, mungkin masalahnya ada di diri mereka sendiri, bukanlah pelatih. Anda musti tanya sendiri kepada Carlos, apa yang menyebabkannya kesal.” “Hasil ini sangat sulit diterima. Tapi, kami perlu terus percaya kepada kemampuan dan prinsip bermain bola kami. Sampdoria tim bagus, tetapi praktis tidak menciptakan peluang apapun hingga gol itu. Kesalahan bisa terjadi.” “Jelas, kami mendapati krisis hasil. Tetapi, kami musti tenang,” tambah Montella.

Tengah minggu ini, Milan bakal tandang ke kandang Bologna tuk melakoni babak tunda giornata 18. Menghadapi tim yang belum lama dibantai Napoli 1-7 itu adalah kesempatan bagi Milan demi mencari titik balik untuk dijadikan awal comeback demi mengambil target finis di zona Eropa. Tetapi, sebelum kesana, Milan disarankan mengasah finishing mereka. Sederetan hasil negatif jelas menjadikan Milan berada didalam sorotan. Yang jelas, tidak sedikit pula yang menilai bila mereka bisa lagi-lagi terpeleset ketika melawan Bologna. Kritik serta pesimisme publik di tengah-tengah krisis merupakan sesuatu yang wajar. Bila Milan ingin mematahkan seluruh anggapan negatif itu, sebagaimana kata Montella, buktikan dengan tindakan nyata. TALK LESS DO MORE!