Fans bola mana yang tidak kenal Guardiola? tentunya tidak ada, tapi bagaimana bila kita bandingankan pencapaian prestasinya saat usianya yang ke 46 tahub sebagai pelatih dibandingkan dengan pencapaian prestasi sejumlah nama-nama pelatih top lainnya di usianya yang sama (46 tahun) apakah anda tahu? jika belum ini dia ringkasannya:

Josep Guardiola

Josep Guardiola

Tim Barca + Bayern Munchen + Manchester City
Trofi 22

Guardiola kerap dianggap beruntung karena mengawali karir kepelatihannya dengan mudah. Dirinya mewarisi skuat luar biasa di Barca sebelum mengambil alih juara bertahan Liga Champions, Bayern Munchen. Walaupun begitu, Guardiola juga mengawali dari bawah. Dirinya mampu mengantarkan tim B Barcelona mendapat promosi sebelum mengambil alih skuat Barcelona yang cukup berantakan dan perlu di tata.

Jose Mourinho

Jose Mourinho

Tim Benfica + Uniao de Leiria + Porto + Chelsea + Inter Milan
Trofi 14

Usai belajar ilmu bermain bola dari pelatih hebat misalnya Sir Bobby Robson dan Louis van Gaal di Barca, Jose Mourinho akhirnya merintis karir kepelatihannya sendiri dengan mengurus Uniao de Leiria dan Benfica di Portugal. Mourinho kemudian meraih kesuksesan besar di Porto ketika memenangkan Piala UEFA dan Liga Champions secara beruntun. Prestasi tersebut menjadikannya diburu oleh Roman Abramovich dan kemudian pergi ke Chelsea.

Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti

Tim Reggiana + Parma + Juventus + AC Milan
Trofi 6

Pertama karir Carlo Ancelotti di Reggiana tak luput dari perhatian serta beberapa season kemudian berlabuh di Parma (mengorbitkan pesepakbola seperti Gigi Buffon, Lilian Thuram juga Juan Sebastian Veron) dan salah satu team sepakbola paling impresif di Italia, Juventus. Ancelotti sukses mengangkat Piala Intertoto atas Juve, tapi dirinya baru meraih keberhasilan sebagai pelatih usai pindah ke AC Milan. Dirinya memimpin team menjuarai gelar Serie A, Piala Italia dan Liga Champions menjelang merayakan ulang tahunnya yang ke-46.

Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson

Tim East Stirlingshire + St Mirren + Aberdeen + Skotlandia + Manchester United
Trofi 12

Sir Alex Ferguson perlu tiga tahun untuk memperoleh gelar major pertamanya. Gelar First Division Skotlandia dengan St Mirren pada tahun 1977 tapi piala mengalir secara konsisten usai dirinya pindah ke Aberdeen. Dalam 8 tahun di Pittodrie, Sir Alex sukses merusak kekuatan dua klub Glasgow di Skotlandia, menjuarai tiga Premier Division dan juga empat Piala Skotlandia. Tidak cuma itu, dirinya juga menjuarai Piala Winners dengan Dons pada tahun 1983.

Arsene Wenger

Arsene Wenger

Tim Nancy-Lorraine + AS Monaco + Nagoya Grampus Eight
Trofi 4

Gantung sepatu sebagai pemain pada tahun 1981, Arsene Wenger telah memulai karir kepelatihannya dengan mengambil alih team cadangan RC Strasbourg jelang diangkat sebagai manager Nancy pada tahun 1984. Usai tiga musim di sana, Wenger joint dengan Monaco di mana dirinya mengangkat gelar Ligue 1 dalam season debutnya. Gelar Coupe De France akhirnya mengikuti tapi masa kerjanya diputus pada tahun 1994. Alih-alih selalu berkarir di tanah kelahirannya, Wenger beralih ke Jepang untuk mengambil alih Nagoya Grampus Eight. Dirinya mampu meraih keberhasilan dengan membawa klub memperoleh dua gelar.

Louis van Gaal

Louis van Gaal

Tim Ajax
Trofi 11

Louis van Gaal mengawali karir kepelatihannya menjadi asisten manajer AZ Alkmaar dan Ajax menjelang menjadi pelatih kepala di umur 40 pada tahun 1991. Saat Van Gaal didampuk menjadi pelatih Ajax, PSV sangat mendominasi di sepakbola Belanda. Akan tetapi selama 6 tahun ke depan Ajax sukses menjadi pengganggu dengan menjuarai tiga gelar Eredivisie berturut-turut antara 1994-1996 dan Piala UEFA pada tahun 1992.

Fabio Capello

Fabio Capello

Tim Primavera Milan + AC Milan
Trofi 2

Mirip seperti pelatih lainnya di daftar ini, Fabio Capello mengawali karirnya dengan menjadi pelatih tim B sebuh klub top. Klub yang dicondongkan adalah Milan di mana dirinya mengakhiri karir mainnya di sana. Capello mengurus tim Primavera Milan kira-kira empat tahun, bekerja sama dengan pesepakbola berbakat seperti Paolo Maldini dan Alessandro Costacurta, jelang mengambil alih tim senior dengan cara permanen pada tahun 1991.

Ottmar Hitzfeld

Ottmar Hitzfeld

Tim Zug 94 + Aarau + Grasshoppers + Borussia Dortmund
Trofi 8

Ottmar Hitzfeld merasakan kesuksesan terbesar sebagai manajer di Swiss. Dia memenangkan banyak gelar dengan FC Aarau dan Grasshoppers Zurich menjelang kembali ke Jerman bersama dengan Borussia Dortmund pada tahun 1991. Hitzfeld membutuhkan waktu demi membangun Dortmund sebagai tim juara tapi pada tahun 1995 dirinya membimbing kesebelasan meraih gelar Bundesliga beberapa bulan usai menginjak usia 46.