Sergio Aguero tampaknya sedang menggeluti periode yang sukar di Manchester City. Mesin gol Argentina ini kehilangan posnya di skuad utama dari Gabriel Jesus sewaktu beberapa minggu ini. Namun, wonderkid Brasil itu rupanya mengalami cedera tulang metatarsal ketika City menang 2-0 terhadap Bournemouth waktu lalu. Dengan begitu, Aguero berpeluang besar mendapat kembali posnya di lini sentral The Citizens. Aguero masih tidak pasti akan keluar dari klub pada musim panas. Tetapi yang jelas sang pemain mempunyai kesempatan besar tuk unjuk gigi masih mempunyai peran yang penting pada klub usai didepak oleh Josep Guardiola. Yang lalu sudah ada beberapa pemain yang sanggup bangkit usai terdepak dari skuad utama dan membuktikan bila sang manajer mereka sudah salah memarkirnya. Dibawah ini daftarnya.

David Beckham: Eks kapten Inggris ini mempublikasikan bakal bergabung pada LA Galaxy di Januari 2007 hingga menjadikan dunia sepakbola kaget. Hal ini memungkinkan Fabio Capello terganggu dan dia mengklaim bahwa Beckham takkan pernah ‘merumput’ tuk Los Blancos lagi. Walaupun begitu, Beckham sanggup menyakinkan Capello tuk mengganti keputusannya melalui usaha pada saat latihan dan lalu memainkan peran penting kedalam mengantarkan klub memenangi gelar La Liga.

Didier Drogba: Legenda Chelsea ini mempunyai peran penting dalam mengantar klub meraih keberhasilan. Namun, ia boleh saja punya cerita yang rbeda di klub saat The Blues dilatih Luis Felipe Scolari. Drogba tidak banyak diperankan Scolari sebab cedera dan ada di belakang Nicolas Anelka sehabis kembali pulih. Scolari bahkan mau menggantikan Drogba pada Adriano sedang terkena penurunan di Inter Milan. Tetapi, Scolari tak bertahan lama di klub lalu Drogba akhirnya menjadi sosok kunci The Blues kembali dibawah manajer anyar Guus Hiddink ketika mengantarkan klub menghujam semifinal Liga Champions serta mengangkat Piala FA. Drogba juga mencetak gol menang didalam adu penalti di puncak Liga Champions 2012.

Carlos Teves: Tevez melulu disukai fans dari tiap klub yang dibelanya. Tapi, pemain Argentina tersebut juga terkenal karena sempat berseteru pada Roberto Mancini ketika pertandingan Liga Champions kontra Bayern Munchen. Perseteruan pada sang manajer menjadikan masa depan Tevez di klub begitu diragukan. Mancini bilang bahwa Tevez telah selesai di klub pasca menolak melakukan pemanasan ketika melawan Bayern. Tevez lalu didepak dari skuad dan memilih pulang kampung. Setelah kandas pindah di Januari, Tevez lalu kembali ke skuad setelah 5 bulan absen dan menolong City meraih titel Premier League dengan trik dramatis.

Emmanuel Adebayor: Andre Villas-Boas barangkali punya alasan kuat tuk mendepak Adebayor dari skuad utama. Dampaknya, Tottenham hanya mampu memperoleh 15 gol dari 16 laga awal di liga serta mandulnya Roberto Soldado pun sangat tak membantu. Usai AVB dicopot sepekan sebelum Natal, Adebayor lalu mampu memberi kontribusi besar kepada manajer interim Sherwood. Striker berkebangsaan Togo itu mendulang 11 gol dari 20 laga di liga dan bersamaan membuktikan dirinya terbilang belum habis di kancah Premier Leaqgue.

John Terry: Rafael Benitez begitu yakin John Terry telah masuk ke masa akhir karirnya. Efeknya, sang kapten hanya main pada 14 pertandingan dibawah manajer Spanyol menyusul masa pemecatan Roberto Di Matteo akhir 2012. Chelsea akhirnya berhasil mengangkat piala Liga Euro dan tembus Liga Champions musim depannya. Tapi, Benitez pindah ke Napoli musim panas dan diganti Jose Mourinho. Mourinho segera membuat Terry menjadi pemain kunci Chelsea kembali dan pemain berhasil unjuk gigi sebagai defender berkelas di liga. Tahun 2015, Terry sukses jadi kapten The Blues meraih titel Premier League lainnya.