Sejak Roman Abramovich melawat ke Premier League tahun 2003, Chelsea telah menjadi tim sepakbola Inggris kuat dan sukses. Beragam macam trofi silih berganti mengunjungi Stamford Bridge. Taipan asal Rusia tersebut juga belum ragu tuk menggelontorkan uang yang besar tuk beli talenta terbaik didalam sepakbola. Dampaknya, The Blues mempunyai tim utama yang memiliki kualitas dan didukung oleh pesepakbola pelapis yang pun tidak kalah hebatnya. Untuk pos kiper, Chelsea saat ini menghandalkan Thibaut Courtois setelah melakoni tahun-tahun yang fantastis bareng Petr Cech. Tetapi, bagaimana dari kualitas kiper pelapisnya? Berikut ini para kiper pelapis Chelsea era Roman Abramovich.

Ross Turnbull. Banyak yang menanyakan saat Chelsea memastikan kedatangan Ross Turnbull didalam hitungan minggu sehabis ia mendapati degradasi dengan Middlesbrough. Walau mengumumkan niatnya tuk menantang ruang di tim utama, Turnbull cuma menjadi pemain cadangan selama 4 tahun di Stamford Bridge dan kini jadi kiper ke-3 di Leeds United.

Marco Ambrosio. Sebelum move ke Chelsea, Ambrosio telah jadi kiper pelapis di Serie A maupun starter di tim Italia divisi bawah. Walau hanya jadi kiper ke-3, ia sempat membuat debut cemerlang bareng The Blues. Sebab krisis cedera, Ambrosio jadi starter ketika Chelsea meraih keunggulan yang mengagumkan di 1/4 final Liga Champions kontra Arsenal. Tapi, ia tak beruntung sebab Chelsea takluk dari AS Monaco di partai berikutnya.

Neil Sullivan. Direkrut tuk jangka pendek sebab Chelsea terkena krisis kiper, Sullivan cuma mampu membuat 8 penampilan tuk klub menjelang pindah ke Leeds di akhir musim 2003-04. Walau kiprahnya bersama Chelsea mewakili akhir karir di Premier League, Sulivan menikmati dalam karir yang solid di divisi atas bersama Wimbledon dan Tottenham juga membuat 28 penampilan buat timnas Skotlandia.

Eduardo. Eduardo belum menjadikan penampilan di skuad utama Chelsea setelah berkunjung ke klub musim panas lalu. Tapi karena reputasinya, dia bisa mendapatkan posisi yang lumayan tinggi dalam list ini. Eduadro tampil relatif bagus ketika bermain bersama Braga, Dinamo Zagreb, Genoa dan ia merupakan kiper nomer satu Portugal hingga Rui Patricio dengan memenangi 36 caps.

Hilario. Jose Mourinho membeli kiper veteran Portugal ini tuk jadi kompetitor Petr Cech tahun 2006. Meski tak pernah menjadi kiper primer secara permanen, dirinya terbukti jadi pelapis yang bernilai. Hilario secara umum tampil baik saat diberi kesempatan dan sangat dikenang saat meraih clean sheet pada kemenangan Liga Champions kontra Barcelona. Ia saat ini menjabat sebagai asisten pelatih kiper.

Carlo Cudicini. Banyak yang tak mengenal sosok Cudicini saat Gianluca Vialli menariknya dari Castel di Sangro yang main di divisi bawah Liga Italia. Tetapi, ia rupanya berhasil menjelma jadi kiper yang mampu diandalkan Premier League. Masalah cedera dihiasi lagi dengan kedatangan Petr Cech menjadikan Cudicini jadi pilihan ke-2 klub sebelum akhir karirnya Chelsea. Ia lalu pindah ke klub London lain di Tottenham hingga mengakhiri karirnya bareng LA Galaxy.

Petr Cech. Tidak diragukan sebagai kiper terbaik didalam sejarah Chelsea lalu salah satu yang paling baik di Premier League, Cech membukukan 333 performa di liga bareng The Blues sepanjang 11 tahun yang bergelimang gelar. Cech ialah kiper nomer satu klub selama 1 dekade namun harus turun ke kursi cadangan musim terakhirnya di Stamford Bridge sebab Jose Mourinho memilih memainkan Thibaut Courtois menjadi kiper utama. Walau demikian, Cech berhasil memetik 5 clean sheet didalam 7 pertandingan musim 2014-15. Cech kemudian pindah ke Arsenal dan jadi pemain pilar Arsene Wenger dibawah tiang gawang.