Arsenal lagi-lagi menjalani musim yang kurang baik di bawah kepemimpinan pelatih Arsene Wenger. Klub dari London utara itu telah tersingkir dalam pengejaran gelar Premier League dan pun tidak berkutik di panggung Eropa. The Gunners malah terancam tak bisa finis di posisi 4 besar akhir musim setelah debut tak konsisten di liga. Hal tersebut meninggalkan pertanyaan serius tentang Wenger dan masa depannya. Apa ia masih orang yang tepat tuk memimpin klub?

Sebagian besar publik sudah tak ingin bahas masa depan Wenger sebab lebih senang melihatnya keluar dari klub. Walau Wenger masih dianggap arsitek bagus, namun kegagalannya sudah tampak jelas dan hal tersebut justru membebani klub. Kontrak Wenger bakal berakhir pada musim panas namun ada kabar yang bilang bahwa ia sudah menyetujui perpanjangan kontrak dengan durasi 2 tahun di Emirates Stadium. Hal tersebut tentu saja tak diharapkan mereka yang menuntut Wenger keluar. Berikut ini ada alasan kuat Arsene Wenger musti pergi musim panas nanti.

  1. Kukuh Dengan Taktiknya. Arsene Wenger telah menciptakan gaya bermain bola menyerang yang indah juga menghibur penonton. Akan tetapi, The Gunners tak begitu sering merubah strateginya kala menghadapi lawan berbeda. Pelatih Prancis itu tersohor keras kepala dan hal tersebut merugikan timnya kedalam berbagai kesempatan. Tim lainnya sudah mengenali gaya bermain Arsenal dan tahu cara untuk meredamnya. Jose Mourinho sering merobohkan Arsenal. Manajer Manchester United selalu tahu teknik menghadapi The Gunners dan tak pernah kalah menghadapi Arsenal di Premier League. Metode Wenger bisa ditebak dan beda halnya dengan Chelsea yang segera mengubah taktik mereka saat ada yang salah. Tim yang memiliki lini belakang solid bisa sedikit sukses menghadapi gaya bermain dari manager yang menolak merubah filosofinya saat dibutuhkan.
  2. Minim Investasi Pemain. Dalam bidang sepakbola modern, uang bisa mencetak prestasi. Manchester City atau Chelsea adalah contoh nyata dari konsep itu. Arsene Wenger tak mau mengeluarkan banyak uang sebagaimana rival mereka hingga dirasa kurang optimal saat memperbaiki zona yang bermasalah. Barisan belakang sudah jadi masalah utama Arsenal juga Wenger sudah gagal memperbaikinya pada beberapa musim terakhir. Kunjungan Shkodran Mustafi telah membuat lini belakang The Gunners sedikit stabil saat berduet bersama Laurent Koscielny. Namun, mereka belum punya pelapis mumpuni setelah Per Mertesacker kerap bergulat dengan cedera dan performa Gabriel kurang konsisten. Zona lain yang harus diperbaiki tentu saja barisan depan. Olivier Giroud dan Theo Walcott merupakan pemain bagus namun masih belum cukup bagus tuk membawa The Gunners merebut gelar.
  3. Minim Jiwa Kepemimpinan. Arsenal tak bisa bersaing dengan klub besar lainnya dipercaya karena tak punya banyak pemain dengan jiwa kepemimpinan yang mumpuni. Arsene Wenger nampaknya tak mampu lagi menciptakan pemain semacam itu padahal begitu penting buat tim. Saat Arsenal belum terkalahkan pada 2003/04, tim mereka kala itu terdiri dari banyak pesepakbola yang tahu caranya mensiasati liga. Bahkan tiap pemain kala itu mampu jadi kapten dan memotivasi rekan setimnya. Pemain Arsenal sekarang tampaknya kurang percaya diri juga tak punya arah ketika menghadapi masa sulit dan hal tersebut bukan cuma tugas manajer tuk memberikan motivasi. Akan tetapi, Wenger rasa-rasanya sudah kehilangan inspirasi juga bahkan kehilangan kemampuan memimpin.