Arsene Wenger ialah manajer yang sangat sukses dalam sejarah klub Arsenal selama ini. Namun ia kali ini menghadapi kritik besar dari fans yang tak puas dengan rutinitas transfer klub dalam sekian tahun akhir ini. Jelang pembukaan Premier League akhir pekan, The Gunners sedang dihantui krisis bek sentral pasca Gabriel Paulista mendapati cedera dalam laga uji coba pra-musim kontra Manchester City. Yang lalu, Arsenal telah kehilangan sosok Laurent Koscielny dan Per Mertesacker, pun karena kendala cedera. Mau tidak mau Arsenal semakin terdesak tuk beli bek baru di bursa transfer ini lagi. Tetapi, The Gunners pun harus jeli memboyong bek baru karena mereka sudah punya pengalaman buruk terlebih dahulu.

Sebastien Squillaci

Diatas kertas, Sebastian Squillaci terlihat seperti pembelian yang amat bagus. Dibeli menjadi pemain yang profesional setelah mengemas Copa del Rey bareng Sevilla dan 2 gelar Ligue 1, bek Prancis tersebut diharapkan bisa memperkuat lini belakang Arsenal. Tetapi, Squillaci justru tidak bisa tampil sesuai dengan ekspektasi karena kerap mengerjakan kesalahan fatal sepanjang mengenakan jersey The Gunners. Akibat performa buruk di musim pertamanya lalu kedatangan Per Mertesacker di musim panas 2011, Squillaci tersingkir sebelum keluar ke Bastia pada tahun 2013.

Igors Stepanovs

Cedera yang diterima kapten Arsenal Tony Adams mendesak Arsene Wenger menjaring Stepanovs dari Skonto Riga tahun 2000. Awalnya pesepakbola Latvia itu main baik sampai pertandingan menghadapi Manchester United datang. Stepanovs main buruk sampai menyebabkan Arsenal dipermalukan oleh sang rival dengan kedudukan telak 1-6 di Old Trafford. Sehabis itu ia jarang diperankan hingga kemudian dilepas tahun 2004.

Mikael Silvestre

Mikael Silvestre direkrut Arsene Wenger musim panas 2008 pasca menghabiskan 8 tahun di Manchester United. Pesepakbola Prancis memiliki segudang pengalaman di kancah Premier League terlebih sehabis membantu Setan Merah menjuarai berbagai gelar di Old Trafford. Tapi, masa keemasan Silvestre tampaknya mulai berakhir saat ia pindah ke tim Meriam London. Ia tak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya lalu cuma bertahan 2 musim di klub hingga dilepas ke Werder Bremen secara free transfer.

Phillipe Sanderos

Sanderos memulai karirnya dengan Servette sebelum gabung Arsenal tahun 2003. Ia pun digadang-gadang sebagai salah satu calon pengganti Tony Adams di tim Meriam London. Tetapi, banyaknya cedera yang diterima Sanderos rupanya membuat penampilannya tak maksimal bahkan justru mengalami kemerosotan. Akhirnya pesepakbola Swiss itu dipinjamkan kepada AC Milan dan Everton sebelum dilego permanen ke Fulham tahun 2010.

Johan Djorou

Djourou adalah pemain didikan dari akademi Arsenal. Ia mendapat promosi ke skuad utama tahun 2004 dan mencatat debut dalam laga melawan Everton di pentas Piala Liga. Walaupun begitu, penampilan pemain Swiss itu amat kurang konsisten. Bahkan ia pernah dipinjamkan ke sejumlah klub semisal Birmingham City, Hannover & Hamburg selama masanya di Arsenal. Djourou lantas dilepas permanen kepada Hamburg pada 2014.

Tsathis Tavlaridis

Tavlaridis mengawali karirnya di Iraklis Thessaloniki lalu pindah ke Arsenal tahun 2001 saat usia 21. Pesepakbola Yunani itu rupanya tidak berhasil menembus skuad utama dan gagal jadi pengganti sosok Sol Campbell dan Kolo Toure. Tavlaridis cuma membuat sebuah penampilan di Premier League bareng Arsenal, dan pernah menjalani masa pinjaman kepada Portsmouth dan Lille. Statusnya lalu berganti permanen di Lille tahun 2004.