Sepakbola bisa memberi uang dan ketenaran namun di sisi lain pun menghadirkan bermacam-macam kesulitan. Tapi, pemain pun dihadapkan dengan sejumlah pilihan yang sulit didalam karirnya. Sebuah keputusan cukup penting dalam kehidupan tiap pemain sepakbola ialah saat memutuskan cari klub baru. Banyak pemain telah membuktikan bila mereka bisa memperoleh kesuksesan yang cenderung baik dengan berpindah klub. Tapi, tak semua pemain bernasib baik seperti itu. Buktinya ada dibawah ini mereka yang salah pilih klub saat musim panas 2016.

Lucas Perez. Pemain berumur 28 tahun ini mempunyai reputasi cukup bagus melalui penampilan impresifnya bareng Deportivo La Coruna. Ia kemudian memutuskan pindah ke Arsenal musim panas lalu sebagai langkah berikutnya dalam karir sepakbolanya. Kurang setahun sehabis pindah ke Emirates Stadium bulan Agustus, Perez lagi diambang pintu keluar klub. Penyerang asal Spanyol itu gagal membuat pengaruh di klub barunya dan terasa frustrasi sebab sering duduk di bangku cadangan. Sempat diganggu cedera, Perez kesulitan mendapat kesempatan main reguler dan sekarang jadi striker pilihan ke-5 di klub dibawah Alexis Sanchez, Theo Walcott, Olivier Giroud, dan Danny Welbeck.

Gabriel Barbosa. Pemain Brasil ini memasang peran penting ketika mengantar Santos memenangi Campeonato Paulista tahun 2015 dan 2016. Ia mengambil keputusan pindah ke Inter Milan musim panas lalu dengan ekspektasi bisa meniru eks kawan setimnya di Santos, Neymar. Tapi, Gabriel sepertinya begitu cepat pindah ke Eropa sebab ia kesulitan mendapat menit bermain di Giuseppe Meazza. Gabriel yang awalnya menjadi unggulan utama Santos kini cuma diberi kans tampil 8 laga dan tak pernah jadi starter. Sebagai wonderkid, Gabriel membutuhkan kesempatan main reguler agar bisa makin berkembang. Tetapi, ia tak bisa mendapat itu di Inter dan memiliki potensi meninggalkan klub musim panas nanti.

Michy Batshuayi. Chelsea, selama 1 dekade terakhir, mempunyai kebiasaan menjaring pemain bertalenta dari belahan Eropa. The Blues pun kemudian memilih stiker muda Belgia tuk menambah dominasi lini depan setelah bermain cemerlang bareng Marseille. Walau diminati beberapa klub lainnya, Batshuayi amat percaya diri saat memutuskan hijrah ke Stamford Bridge musim panas kemarin. Tetapi, Batshuayi justru kesulitan mendapat kesempatan bermain sebab Eden Hazard serta Diego Costa sudah menemui permainan terbaiknya. Batshuayi tak pernah jadi starter dalam 17 performanya di Premier League dan hanya sering dimainkan didalam ajang piala. Melakoni periode yang sulit bareng Chelsea tentu bisa menyumbang nasib pemain berumur 23 tahun tersebut di timnas Belgia.

Renatho Sanches. Setelah menekuk Portugal bersama Benfica, Renato Sanches disebut-sebut bakal jadi bintang besar berikutnya. Bayern Munchen lalu berhasil memenangi perburuan mendapat tanda tangannya dan sehabis itu Sanches menolong Pourtugal memenangi Euro 2016. Walaupun begitu, musim ini rasa-rasanya tak berjalan sesuai rencana tuk Sanches. Gelandang berumur 19 tahun itu cuma jadi starter 8 kali sepanjang di Jerman dan mayoritas diperankan sebagai pemain pengganti. Dengan harga transfer 35 juta euro, Sanches jelas saja diharapkan dapat menunjukkan performa menjanjikan bareng Bayern. Tapi, sampai sejauh ini ia tidak bisa memperlihatkan hal tersebut.

Paco Alcacer. Paco Alcacer adalah didikan akademi Valencia. Pemain berumur 23 tahun itu lalu mampu membuktikan dirinya sebagai striker menjanjikan usai mencetak 14 gol dari 37 debut musim kemarin. Saat tawaran dari Barcelona hadir, Alcacer tidak kuasa menolaknya. Namun, dirinya akhirnya justru musti menemui kenyataan pahit mendapatkan kesempatan bermain reguler sulit karena musti bersaing kepada trio MSN. Alcacer telah dimainkan hingga 16 kali di La Liga namun cuma mampu menyarangkan 3 gol. Dengan kecilnya torehan gol tersebut, tampil kabar bahwa akan dilepas musim panas nanti.