Bersama dengan AS Roma di Serie A musim ini, Edin Dzeko telah kembali menjadi seorang pemain predator ‘gila’ gol yang ditakuti oleh para lawan. Striker berusia 30 tahun berkebangsaan Bosnia itu menunjukkan talenta dan skill ketajaman yang nyaris sama dengan sebagaimana saat masih menjadi pemain Wolfsburg di Bundesliga beberapa tahun silam dan masih memiliki tubuh yang lebih fit. Dzeko mencetak 2 gol saat Roma menang 4-0 menjamu Fiorentina di putaran 23, Rabu (08/2). Terhadap doppietta kontra Fiorentina, mempunyai arti Dzeko telah menyarangkan total 17 gol dalam 23 laga di Serie 2016-2017. Dia merupakan satu-satunya pemain yang golnya tuk Serigala Roma musim ini telah mencapai 2 digit. Dia pun memimpin daftar top scorer sementara. Sekali lagi untuk terakhir kali Dzeko mendulang minimal 17 gol didalam satu musim di liga top Eropa ialah bersama Wolfsburg di Bundesliga 2009-2010. Musim itu, Dzeko mendulang 22 gol dalam 34 laga, pasca musim sebelumnya ia memborong 26 gol didalam 32 laga.

Dzeko membukukan total 85 gol di seluruh kompetisi selama membela Wolfsburg periode 2007-2010. Ketajaman tersebut yang menghantarkan diri dari seorang serigala predator ‘gila’ Dzeko ke Manchester City dengan harga transfer € 32 juta saat Januari 2011. Dzeko joint dengan City di pertengahan musim 2010-2011. Selama memakai seragam City, torehan gol paling banyak Dzeko didalam satu musim liga ialah 16 gol di Premier League 2013-2014. Tersisih di akncah Etihad Stadium, Dzeko lalu direkrut oleh Roma di musim 2015-2016.

Pada musim debut pertama di Italia ini, Dzeko melalui suatu proses adaptasi yang lumayan sulit. Ia hanya mampu memperoleh 8 gol dalam 31 laga di Serie A (10 gol seluruh kompetisi). Musim ini, musim berikutnya bersama Roma, Dzeko sudah sanggup menunjukkan keahlian hebat yang dipendam dalam dirinya. Dia sudah kembali sebagai predator ‘gila’ gol yang ditakuti oleh para lawan.

Dzeko menghasilkan 10 gol pada 10 laga perdananya di Serie A musim ini 2016-2017. Dzeko menyamai dari start dahsyat super bomber Gabriel Batistuta, yang pula menyarangkan 10 gol didalam 10 laga pertamanya di musim 2000-2001 ketika ikut mengantar Roma meraih Scudetto mereka. Dzeko telah membuat 17 gol tuk Roma di Serie A musim ini. Edin Dzeko bisa disebut sebagai salah satu kandidat Capocannoniere, penghasil gol terbanyak di liga kasta tertinggi Italia. Potensi untuk itu, bersamaan dengan menjadi peraih gelar Capocannoniere perdana dari Roma sejak terakhir kali Francesco Totti merengkuhnya di musim 2006-2007, cukup terbuka. Karena, Edin Dzeko sudah kembali selaku predator ‘gila’ gol yang menakutkan dan lawannya pun ragu-ragu jika berhadapan dengannya. Dia merupakan predator diantara para serigala sepakbola.