Selama periode 2001-2012 di Italia, Filippo Inzaghi merupakan pemilik nomor punggung 9 di AC Milan. Pada nomor yang penting yang dulu pernah digunakan Marco van Basten itu, eks striker Italia itu tak mengecewakan. Dia melaksanakan tugasnya dengan baik menjadi pembobol gawang lawan.

Semenjak itu, Milan bisa dikatakan belum bisa mencari pengganti Super Pippo yang setimpal. Sederet striker telah bergantian menggunakan nomor 9 Rossoneri pasca dirinya, tapi tidak satupun yang betul-betul mampu penuh harapan. Pasca-Inzaghi, nomor 9 Milan banyak kali berpindah kepunyaan, dari Pato (2012/13), Matri (2013/14), Destro (2014/15), Torres (2014/15), Luiz Adriano (2015/16) sampai sekarang Gianluca Lapadula. Hasilnya tidak jauh beda.

Inzaghi, yang pernah melatih Milan dan saat ini menangani Venezia, punya asa besar terkait hal seperti ini. Dia harap nomor 9 bisa jadi nomor penting (lagi) di Milan. Dia mengharap nomor tersebut lagi-lagi jadi nomor yang bisa mengantarkan Milan meraih kejayaan di Italia dan Eropa. “Saya masih tetap memikirkan Milan tiap saat. Bersama Venezia, saya tengah sering menjumpai tifosi Milan pada jersey saya,” ujar Inzaghi kepada Sky Sport Italia. “Saya amat berharap Milan bisa sesegera mungkin untuk kembali memimpin di Liga Champions sebagaimana dahulu kala.”

“Saya juga harap jersey nomor 9 bisa jadi jersey penting lagi dan menghantarkan Milan meraih kesuksesan, baik Italia atau Eropa.” “Saya dulu musti mewarisi nomor yang sebelum-sebelumnya dipakai Marco van Basten. Itu begitu berat, tapi yang penting ialah harus percaya.”

“Semoga Gianluca Lapadula mampu tampil baik di Milan. Dia cuma butuh minim kesabaran,” tutur Inzaghi. Inzaghi mendulang 126 gol buat Milan. Dia mengukir semuanya dalam 300 penampilan di seluruh ajang. Inzaghi pun membantu Milan merengkuh sederet titel jawara. Termasuk diantaranya ialah 2 Scudetto Serie A, 2 titel Liga Champions, 2 title Piala Super Eropa dan sebuah Piala Dunia Klub FIFA.

Inzaghi, Milan, dan tentunya juga para Milanisti, masih menantikan hadirnya lagi nomor 9 sejati Rossoneri – striker yang haus gol yang eksistensinya di atas lapangan saja cukup tuk membuat lawan berkeringat dingin. Kapan itu bakal terjadi? Tak ada yang tahu pasti. Tetapi, Inzaghi berharap itu bisa terlaksana sesegera mungkin