Sejak berubah format tahun 1992, Premier League telah menjadi tuan rumah untuk pemain terbaik seluruh dunia. Banyak pemain berkualitas yang sanggup bersinar di kejuaraan tertinggi Inggris mencakup dari Italia. Pemain Italia yang merantau ke negeri kerajaan memang banyak. Bahkan tak sedikit pula pemain Italia yang malahan mengawali karirnya dari Inggris. Sebagian pemain Italia bahkan pula ada yang sanggup memberikan pengaruh cukup besar tuk klub Premier League. Dibawah ini deretan pemain Italia terhebat sejarah di Premiere League.

  1. Carlo Cudicini Cudicini: direkrut Chelsea tahun 2000 dan segera menjadi pesepakbola favorit fans. Ia masuk dalam Chelsea Player of the Year musim 2001-2002 dan ITV Premiership Goalkeeper of the Season 2002-2003. Pemain Italia tersebut menjadi kiper pilihan utama The Blues di Premier League 1999-2004. Tetapi, cedera menghantui Cudicini di Chelsea lalu sang kiper kemudian segera tersingkir usai kedatangan Jose Mourinho, yang kian memasang Petr Cech dibawah tiang. Malang untuk Cudicini, ia tak memperoleh medali juara Premier League musim 2004-2005 karena hanya main 3 kali tuk Chelsea di liga pada musim itu.
  2. Roberto Di Matteo: Walaupun Di Matteo lebih dikenal dengan suksesnya memenangkan Liga Champions menjadi manajer Chelsea, ia memiliki waktu indah di Premier League selaku pemain. Pemain Italia membangun dampak instan dengan memperebutkan gol kemenangan ketika melawan Middlesbrough didalam debut kandangnya. Di Matteo lalu membuat 119 debut buat The Blues dan sanggup mendulang 15 gol. Di Matteo hadir di Chelsea dari Lazio tahun 1996 serta mengukir lebih dari 6 tahun di Stamford Bridge. Kualitas yang dimiliki Di Matteo menjadikannya sebagai bagian penting skuad The Blues yang kala itu belum selaku klub kaya raya. Di Matteo mampu mengantar Chelsea finis di ranking 6 musim 1996-1997 dan itu tercatat sebuah prestasi tertinggi mereka semenjak musim 1989-1990.
  3. Gianluca Vialli: Vialli mendarat di Chelsea tahap akhir karirnya tetapi tetap dapat memberikan dampak besar. Ia membangun 58 penampilan tuk The Blues dan mendulang 21 gol sewaktu tiga musim di Stamford Bridge. Vialli tak sedikitpun memenangi Premier League bersama The Blues tapi turut memenangi Piala FA, Piala Liga, Piala Super Eropa, Piala Winners dan menyaksikan kesuksesan besar didalam waktu singkat di klub. Tahun 1998 pasca pemecatan Ruud Gullit, Vialli didapuk sebagai player-manager kemudian tercatat sepanjang buku rekor menjadi manajer Italia utama di Premier League. The Blues sanggup finish di ranking 4 pada musim itu dan termasuk satu prestasi tinggi mereka masa itu.
  4. Paolo Dicanio: Di Canio diketahui sebagai pemain temperamen selama masanya di Liga Premier. Ia kerap menjadi kabar utama dengan letupan emosi dan selebrasinya di lapangan hingga memancing kritikan dari beragam pihak. Tapi, tak ada yang mampu menyangkal kualitasnya jadi pemain. Mulanya main buat Sheffield Wednesday, Di Canio lalu jadi legenda West Ham. Di Canio sanggup mencetak 66 gol serta 49 assist pada 190 penampilan buat klub London. Ia menjadikan fans The Hammers terpesona dengan performanya diatas rumput. Di Canio sudah terpilih sebagai pesepakbola terbaik klub musim 1999-2000 dan merengkuh penghargaan gol terbaik di musim yang sama. Gol voli Di Canio ketika melawan Wimbledon masih diasumsikan sebagai satu gol terapik di Premier League.
  5. Gianfranco Zola: Tidak diragukan lagi, Zola merupakan pemain Italia terhebat yang sempat menghiasi lapangan Premier League. Hingga saat ini bahkan dirinya masih disebut sebagai salah satu pesepakbola terbaik mereka sepanjang zaman. Zola berkutat 7 tahun di klub London dan memenangi lima trofi utama pada saat disana. Zola menciptakan 229 penampilan bagi klub dimana ia dapat mencetak 59 gol. Sebagai sosok kreatif ia pun sukses mengemas 42 assist. Zola merupakan legenda sejati bukan cuma untuk penggemar Chelsea, tetapi Premier League pula.